KETIKA KESALAHAN ITU PERLU

Posted: Maret 12, 2010 in Pendidikan

Saya yakini bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita terjadi dengan suatu tujuan. Bahkan kalau kejadian itu adalah kesalahan atau kegagalan, mereka mempunyai tujuan baik untuk hidup kita.
Ketika masalah menghampiri, bukannya mengunci diri dalam sangkar ketakutan dan menangis atas sakit hati masa lalu, malu atas kegagalan dan sebagainya. Perlakukan mereka sebagai guru Anda dan mereka akan menjadi alat yang baik dalam perbaikan diri mencapai kesuksesan.
Bagaimana merubah kesalahan dan kegagalan agar menjadi alat yang baik dalam memperbaiki diri tentu dengan mengubah perspektif terhadap permasalahan, belajar darinya kemudian memperbaiki diri.
Saya ingat kisah seorang Alva Eddison yang ditolak dari sekolahnya karena kemampuan akademiknya yang sangat rendah. Seperti yang sampai dikisahkan dalam autobiografinya di Wikipedia,”In school, the young Edison’s mind often wandered, and his teacher, the Reverend Engle, was overheard calling him “addled”- “Si Otak Kacau”. Namun Eddison tidak patah arang melainkan malah semangatnya bernyala-nyala memperbaiki diri hingga mampu menyalakan balon lampu listrik pertamanya pada 22 Oktober 1879. Penemuan besar yang telah mengubah dunia, selamanya!

Sukses dan Belajar

Jadi, kapan perbaikan diri menjadi identik dengan keberhasilan? Dari mana kita mulai? Ambil tips ini, teman-teman …

* Menerima dan memperbaiki dirilah…
Berhentilah berpikir dan merasa gagal ketika melihat kelebihan orang lain.
Ketika melihat orang ganteng dan model seksi di TV, berpikir lebih pada perbaikan diri, bukan mengasihani diri sendiri. Penerimaan diri bukan hanya tentang memiliki kaki yang ramping baik, postur yang tinggi, dan bla..bla..bla… Berkonsentrasilah pada kecantikan batin.

* Tetaplah positif….
Ketika ada orang yang merasa begitu turun dan rendah tentang diri mereka sendiri, bantulah mereka naik. Jangan pergi dan ikut turun bersama mereka. Mereka akan menarik Anda ke bawah lebih jauh dan Anda berdua akan berakhir dengan perasaan rendah diri.

* Tetaplah belajar…
Dunia adalah sebuah ruang besar untuk pembelajaran, bukan ruang kesalahan.
Jangan merasa bodoh dan ditakdirkan selamanya begitu hanya karena Anda gagal di kuis misalnya ☺. Selalu ada waktu dan ruang berikutnya untuk memperbaiki diri.

* Percaya pada proses…
Ambil satu hal pada suatu waktu. Anda tidak perlu mengharapkan seorang sederhana untuk menjadi ahli, super, brilian…dalam satu jentikan jari, melainkan berjentik-jentik jari☺. Perbaikan diri adalah suatu proses.

* Tetapkan tujuan yang bermakna dan dapat dicapai…
Perbaikan diri tidak mengubah Anda untuk menjadi replika tepat si Leonardo Dicaprio misalnya. Harapan dan tujuannya adalah mencapai “an improved-and-better-you”.

* Ingatlah hukum timbal-balik…
Hal-hal kecil artinya BESAR bagi orang lain. Kadang-kadang, kita tidak menyadari bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan seperti ucapan “selamat pagi” atau “ wah, kamu kelihatan cantik hari ini” adalah hal sederhana yang sangat berarti bagi orang lain. Ketika kita bisa menghargai hal-hal sederhana namun indah di sekeliling kita dan orang lain, kita juga menjadi indah untuk mereka. Itulah hukum timbal-balik, memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.

Bila Anda bersedia menerima perubahan dan berani melalui proses perbaikan diri ini, itu tidak berarti bahwa semua orang lain akan setuju dengan Anda. Dunia adalah tempat di mana orang-orang dari nilai-nilai dan sikap yang berbeda berkongkofkauf ☺. Kadang-kadang, bahkan jika Anda berpikir Anda dan sahabat Anda selalu ingin melakukan hal yang sama bersama-sama pada saat yang sama, ia kemungkinan besar akan menolak undangan untuk perbaikan diri ini.

Pengembangan diri membawa hasil pada kekokohan karakter pribadi, meningkatnya mutu kepribadian dan… ingat ini: KESUKSESAN! Kesuksesan datang dari kepercayaan diri, penghargaan diri dan harga diri ☼ Kutipan yang sangat bagus mengatakan bahwa “Ketika sang murid siap, guru akan muncul.” Kita semua di sini, ada untuk mempelajari pelajaran kita. Orangtua kita, guru sekolah, teman, kolega, teman kantor, tetangga, anak kecil sekalipun… mereka adalah guru kita. Ketika kita membuka pintu bagi perbaikan diri, kita meningkatkan kesempatan kita dan menegakkan kepala kita memandang dengan positif ke jalan kesuksesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s