Menghitung Berkat

Posted: April 7, 2010 in Pendidikan

Pagi ini ketika akan siap-siap berangkat kerja, telingaku samar-samar mendengar alunan musik dari rumah tetangga🙂 sedang menyanyikan lagi D’Massive, “…Yuk kita nyanyi bersama dulu:

Tak ada manusia yang terlahir sempurna, jangan kau sesal segala yang telah terjadi Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat, seakan hidup ini tak ada artinya lagi…  Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik….  Tak ada manusia yang terlahir sempurna jangan kau sesali segala yang telah terjadi…
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa

Hahaha… kok disuruh nyanyi..? Ya iyalah, daripada disuruh macul sawah??🙂

Iya, dear sahabat Greencommet,

Sering dalam hidup ini kita bersikap ‘take it for granted’, menganggap wajar, biasa, tak istimewa, bukan apa-apa terhadap hal-hal baik yang kita alami atau kita miliki.

Bisa makan tiga kali sehari… biasaaa! Tinggal ditempat yang nyaman, tidur dengan aman, lingkungan hidup kondusif …biasaaa!  Negara damai, bebas beribadah, saling toleransi… biasaaaa!

Ya… memang biasa, itu pantas kita dapatkan, wajar dialami. Biasaaaa! Sampai kita lupa bahwa di sisi lain dari kehidupan kita, di belahan lain dunia ini… mayoritas manusia masih harus berjuang untuk mendapatkan hal-hal biasa yang kita ‘take it for granted!’

Saya teringat cerita inspirational di sebuah blog yang mengisahkan pengalaman seorang yang jiwanya pernah ‘hengkang’  :)  dari tubuhnya melanglang ke alam Surgawi… hahaha

Singkat riwayat, dia menyaksikan bahwa di Surga ada beberapa departemen/divisi yang khusus dibentuk untuk melayani keperluan manusia seluruh dunia.

Divisi Penerimaan adalah divisi di mana semua doa dan permintaan manusia didengarkan dan ditelaah. Selanjutnya ada Divisi Pengepakkan dan Pengiriman, Seksi penjawab doa manusia, di mana para malaikan mengepak dan mengirim semua permintaan dan doa manusia yang dikabulkan Tuhan. Satu hal yang jelas terlihat dari dua divisi adalah kesibukan yang ruarrr.. biasa untuk meng-handle tetek-bengek kepentingan manusia – dari seluruh dunia!

Selain dua divisi ini, ada satu divisi lagi yaitu ‘Divisi Terima Kasih’, divisi khusus untuk menerima ucapan terimakasih manusia karena doa dan permintaannya dikabulkan Tuhan.

Kontras dengan dua divisi terdahulu yang super sibuk dan hiruk-pikuk, divisi ini hanya mempekerjakan satu malaikat saja. Divisi yang kurang diminati, menyedihkan… ! Tidak banyak manusia yang berminat untuk berterima-kasih setelah doa dan permintaannya terkabulkan.

Lalu, kalau memang terima kasih itu perlu, kenapa? Dan berkat-berkat apa saja yang perlu kita syukuri?

“Jika kita mempunyai makanan untuk mengganjal perutmu 3x sehari, pakaian yang menutup tubuh, atap di atas kepala dan tempat untuk tidur, bukankah kita lebih makmur daripada sisanya, yaitu 75% penduduk dunia ini?”

“Bila kita masih punya pundi-pundi di bank, duit di dompet dan uang-uang receh, bukankah kita berada diantara 8% kesejahteraan dunia?”

“Jika kita adalah  sedang melotot🙂 dan berada di depan komputer ini dan membaca tulisan ini, maka kita adalah 1% makhluk beruntung yang mempunyai kesempatan semulia ini.”

Juga…. “Jika kita bisa bangun pagi ini dan melihat cerahnya sinar mentari bersinar gemilang, badan sehat, udara segar menyejukkan paru… bukankah kita lebih terberkati daripada sekian juta orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini?”

“Jika kita tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka kita lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika orangtua kita masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka kita termasuk orang yang sangat jarang saat ini.”

“Jika kita masih bisa mencintai … maka kita termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”

“Jika kita dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka kita bukanlah seperti orang kebanyakan, kita unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”

“Jika kita dapat membaca pesan ini, maka kita menerima berkat ganda,  yaitu bahwa kita mendapat pesan yang sangat istimewa ini  sekaligus adalah bahwa kita bukan bagian dari 2 juta orang di dunia ini yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.

Dulu saya pernah terkejut mendengar ayat Injil Ini, “Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil, juga apa yang dimilikinya”.  Sekarang saya baru paham, ayat ini menekankan pentingnya berusaha dan berterima-kasih kepada Tuhan.

Dan ada juga versi Al Quran yang indah sekali, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”

Ditujukan pada : Departemen Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug’rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”

Bersyukur dan berterimakasihlah sahabat, dan mulailah menghitung berkat-berkat yang kau punya. Salam Greencommet!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s