Arsip untuk September, 2010

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Jeniffer Jones di http://goodnessgraciouness.blogspot.com

Ia memaparkan fakta cara kerja otak, yang dengan memahaminya kita jadi tahu bagaimana mengarahkan diri menjadi pribadi yang positif, produktif dan berguna.

Pernahkan kamu bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang salah dengan diriku ini?” atau “kenapa hidupku seperti ini?” atau “kok orang itu beruntung sekali… tidak seperti diriku yang malang ini?” atau “kenapa orang tuaku melahirkan dengan keadaan seperti ini? dan bla…bla…bla… (lebih…)

The Blind Man

Posted: September 21, 2010 in Pendidikan

Ketika masih di Seminari Tinggi dulu, seorang dosen Filsafat Budaya pernah mengupas soal puisi-puisi karya Karol Wojtyla.

Puisi-puisi Wojtyla yang saya dapatkan dari dosen ini dengan segera merengkuh perhatian saya. Awalnya karena puisi-puisi ini karya seorang Seminaris, sama seperti kami-kami hehe..

Namun yang segera membedakan Wojtyla dari kami adalah jaman atau generasinya.  Beliau Adalah seminaris pejuang. Seminaris yang hidup di Era Perang Dunia II dan saat masa berkobarnya Nazisme di Jerman.

Semalam saya membuka-buka lagi beberapa diktat dan buku peninggalan Seminariku dulu, dan saya menemukan tulisan saya yang mengupas soal Puisi Karol Wojtyla ini yang berjudul The Blind Man. (lebih…)

Agama, Tanya Kenapa?

Posted: September 20, 2010 in Pendidikan

(Human’s Religion: Between Religiosity & Humanity)

Agama itu ibarat obat untuk hati, menjaganya agar tetap sehat. Agama itu aksesoris hati, membuatnya semarak dan indah. Agama adalah mutiara hati, membuat dan memastikannya berharga dan tetap begitu. Agama adalah perahu. Perahu emas- anggaplah begitu. Perahu indah nan mahal yang menghantar manusia melewati samudera kehidupan menuju Sang Khalik. Agama itu memang empunya hati. Hati manusia. Agama tanpa hati adalah kehampaan dan kesesatan, non-sense dan berpotensi menghancurkan.Agama adalah sarana, ibarat perahu menuju pulau idaman. Agama = Tuhan. Agama BUKANLAH Tuhan itu sendiri. Siapa men-Tuhankan agama, ia menuntun langkahnya menuju (lebih…)

P3K-nya Urusan Duit

Posted: September 14, 2010 in Pendidikan

Kemarin malam saya membaca sebuah buku besar warna putih yang dikasih pinjam teman. Judulnya yang menggelitik yang bikin saya penasaran, “12 Stupid Mistakes People Make With Their Money”.

O o.. jadi ada hal bodoh yang kita lakukan dengan uang kita.

Mungkin tak ada salahnya bila saya berbagi di sini, pikiran-pikiran bernas DR. Dan Benson yang mungkin bisa mengubah kita, yang saya kemas dengan 100% bahasa saya sendiri  🙂

Ketika membicarakan urusan tanggungjawab finansial, ada yang mengungkapkan peribahasa ini, “ Waktu terbaik untuk menanam pohon oak adalah dua puluh tahun lalu. Waktu terbaik berikutnya adalah SEKARANG!”

“Don’t put off till tomorrow, things can be done today!” “Ah besok saja, hari ini aku masih terlalu sibuk, capek, tak ada waktu…”.

Ada juga yang melafal ulang Hukum Parkinson: “..Pengeluaran akan selalu meningkat mengikuti pendapatan!”

~ Pengeluaran pribadi tidak hanya meningkat sesuai dengan penghasilan namun cenderung melebihinya, dan mungkin akan selalu begitu.

Dengan kata lain, pada saat penghasilan tambahan datang, kita sudah memiliki daftar rencana untuknya. (lebih…)

International Burn A Koran Day

Posted: September 10, 2010 in Pendidikan

Belum kenal Pendeta Terry Jones? Dialah pelopor “International Burn A Koran Day”. Ini semacam hari peringatan secara global, yang dicetuskannya untuk membakar dan memusnahkan Al-Qural, Kitab Suci umat Muslim.  Sebuah ide radikal dan ‘berani-beraninya’ yang menyulut kemarahan luar biasa di dunia Islam.

Dalam rangka memperingati serangan teroris 11 September 2001 yang lalu dan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan (versi dia) akan bahaya Islam, Pendeta Terry Jones menetapkan 11 September sebagai ‘Hari Bakar Al-Quran’. (lebih…)

Tahukah Anda dampak negatif redenominasi? Pemerintah RI melalui Departemen Keuangan dan Bank Indonesia bakal melakukan penyederhanaan mata uang Rupiah. Pecahan Rupiah kita bakal disederhanakan dengan menghilangkan 3 buah nol dibelakangnya. Rp. 1000 bakal menjadi Rp. 1, Rp. 100.000 menjadi Rp. 100; Bahasa kerennya redenominasi.

Kelihatannya menjadi lebih gampang dan mudah, namun tahukah Anda bahwa redenominasi ini bakal membawa dampak membingungkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia? Berikut sebuah analisis versi Bang Asbun… 🙂 (lebih…)