International Burn A Koran Day

Posted: September 10, 2010 in Pendidikan

Belum kenal Pendeta Terry Jones? Dialah pelopor “International Burn A Koran Day”. Ini semacam hari peringatan secara global, yang dicetuskannya untuk membakar dan memusnahkan Al-Qural, Kitab Suci umat Muslim.  Sebuah ide radikal dan ‘berani-beraninya’ yang menyulut kemarahan luar biasa di dunia Islam.

Dalam rangka memperingati serangan teroris 11 September 2001 yang lalu dan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan (versi dia) akan bahaya Islam, Pendeta Terry Jones menetapkan 11 September sebagai ‘Hari Bakar Al-Quran’.

Bagi saya pribadi ini adalah sebuah kasus yang mengusik. Bukan karena saya takut orang-orang Islam datang menyerang orang Kristen termasuk saya🙂 sebagai aksi balas dendam terhadap ulah kaum Kristen ala Terry Jones..  Tetapi karena secara nilai kekristenan, apa yang dilakukan Pendeta Terry Jones ini benar-benar tidak Kristen, dan yang terutama: Saya ingin membagi pandangan Kristen tentang kasus ini.

Persepsi Pendeta Terry Jones mengenai Islam sangat sederhana, langsung dan tajam. Itu tergambar jelas dari buku yang ditulis dan diterbitkannya: (maaf) “Islam Is Of The Devil”. Persepsi yang sama juga tergambar dari apa yang dipublikasikannya, lebih khusus di kalangan Jemaatnya, Dove World Outreach Church di Gainesville, Florida: di plakat depan gerejanya, di umbul-umbul yang dipublikasikannya, di T-shirt, bahkan di cangkir kopi dan teh yang dijual oleh Dewan Gerejanya.

Terry menulis di Facebook page-nya, “I quote to you…to bring awareness to the dangers of Islam and that the Koran is leading people to hell. Eternal fire is the only destination the Koran can lead people to,  so we want to put the Koran in its place—the fire!”  “Aku berkata kepadamu…untuk membawa kesadaran akan bahaya Islam dan bahwa Al-Quran menuntun orang-orang menuju Neraka. Api kekal adalah satu-satunya tempat yang dapat dituntun Qur’an untuk dituju, jadi kami ingin menempatkan Qur’an di tempat yang layak baginya-Api!”

Setiap orang Kristen berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Allah kalau tidak melalui Kristus Yesus. Itu bukanlah sebuah komentar fanatis. Itu hanya klaim kebenaran yang mendasari Kekristenan. Dengan lain kata, siapa saja yang tidak mengakui kebenaran hakiki iman Kristiani ini maka dia bukan Kristen. Dan saya tidak kaget kalau orang Muslim akan mengatakan bahwa agama saya adalah palsu.

Satu hal yang unik mengenai Amerika Serikat, negaranya Si Pendeta Terry, adalah bahwa mereka siap memperjuangkan dan membela hak-hak hakiki warga negaranya untuk menjalankan agama pilihannya sendiri.  Mereka belajar untuk menghormati perbedaan-perbedaan dalam masyarakat. Bebas pluralistik.

Namun di sisi lain mereka mulai ‘diberitahu’ akan bahaya gerakan-gerakan Islam fundamental yang merupakan penyimpangan ideologis ekstrim iman Islam.  Mereka menyaksikan begitu banyak konflik bersenjata di seluruh dunia yang melibatkan Muslim -yang bahkan menyerang Muslim lainnya.  Mereka juga menyaksikan bahwa di banyak negara dengan populasi Islam mayoritas sedang terjadi suatu ‘upaya paksa’ untuk menerapkan Syariah Islam.

Sebagai pribadi non-Muslin tentu saya merasa kuatir dengan hal-hal ini. Namun ketika mengetahui rencana Pendeta Terry membakar Al-Qur’an saya berpendapat bahwa itu adalah suatu perbuatan bodoh dan terhina. Suatu tindakan yang mengandung bahaya besar yang bagi Pendeta Terry, ini sengaja diciptakan untuk ditantang atau sengaja mengabaikan efek domino tindakannya bagi masyarakat dunia.

Seperti yang secara tepat dipaparkan oleh Dr. John Rankin, president of the Theological Education Institute, “…Bila Jones membakar Al-Qur’an, tindakannya ini akan menyebar bagai virus ke seantero penjuru dunia dan akan menghasilkan kemarahan tak tertandingi di dunia Muslim”.

Dan sebagian besar kemarahan ini akan diarahkan dalam bentuk kekerasan terhadap umat Kristen di wilayah Muslim di seluruh dunia. Jika Jones menempuh jalan ini maka orang-orang Kristen akan dirugikan, menderita bahkan mati.

Hal kedua, demikian Dr.  Rankin, “…olehnya Injil akan difitnah!”  Rasul Petrus berpesan kepada setiap Pribadi Kristen untuk menjadi pemaaf yang sempurna, dan bahwa ketika kita memberi alasan kepada orang akan pengharapan kita di dalam Kristus, kita lakukan dengan lemah lembut dan rasa hormat”.

Pembakaran Al-Qur’an akan direspons sebagai tindakan penghinaan yang luar biasa bagi dunia Muslim di mana al-Quran diperlakukan sebagai barang suci dan ditangani dengan hati-hati dan hormat. Tidak ada satu bagian pun dalam Alkitab Kristen yang mendorong kita untuk memperlakukan umat Islam atau kelompok agama lain dengan penghinaan seperti ini.

Rankin menyimpulkan begini, “Taruhannya terlampau tinggi dalam hal reputasi Injil dan perlindungan hidup orang-orang tak berdosa khususnya Saudara Seiman yang tinggal di belahan dunia Muslim,  yang karena ulah Jones ini terbakar kemarahannya. Injil Suci akan difitnah, bukan hanya oleh orang Muslim di bagian dunia Islam tetapi juga oleh Orang Kristen ala Jones yang tidak mendengarkan Injil.”

Doa saya yang paling kuat adalah bahwa Jones akan mempertimbangkan kembali dan membatalkan pembakaran Quran atas nama Injil Damai. (PS. Akhirnya Jones membatalkan niatnya oleh doa dan desakan terutama dari kalangan Kristen Amerika sendiri).

Bagian dari pandangan dunia Kristen adalah kemampuan untuk mengartikulasikan apa yang kita percaya dan mengapa kita percaya dalam menghadapi pandangan-dunia dan ideologi ‘saingan’ seperti Islam. Tapi kita mengurangi kualitas dan kesaksian akan Iman Kristen kita jika kita membiarkan apa pun kecuali Injil  yang berkata dan berkuasa dalam menghadapi masalah dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s