Bila Hidupmu Terasa Berat

Posted: April 20, 2012 in Pendidikan
Tag:, ,

Hari ini saya mendapat kiriman sebuah artikel dari Anne Ahira. Ahira adalah sosok wanita biasa yang berhasil mentransformasi dirinya melalui pembelajaran tiada henti, melewati rintangan dan tantangan,  yang akhirnya menjadikannya sebagai salah satu tokoh netpreneur terkemuka kelas dunia dari Indonesia.

Ahira cuma jebolan D2 sebuah Akademi Bahasa Asing di Bandung, tak punya basic computing knowledge.. toh bisa jadi netpreneur kelas atas, wow..
Nanti saya akan ceriterakan apa dan bagaimana sosok si Ahira yg ‘Aneh’ ini kepada Anda, kali ini saya ingin membagikan apa yang dia kirimkan.. semoga bermanfaat..

Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani…
Diceriterakan tentang seorang Professor dalam sebuah kelas Filsafat, suatu hari. Setelah beberapa sapaan seperlunya ketika masuk kelas, ia menunjukkan beberapa barang yang ada di depannya kepada para mahasiswanya.Ia mengambil sebuah stoples besar yang kosong yang ada di hadapannya, “Apakah benda ini kosong?” sang Professor membuka kuliahnya.
“Ya, kosong”, jawab para mahasiswanya.
“Ia tidak kosong, karena udara memenuhi setiap inci ruang yang ada di dalam stoples ini”, jawab Professor yang disambut senyum seringai para mahasiswa.
Ia kemudian mengambil beberapa benda bulat dari dalam tasnya yang ternyata adalah bola-bola golf bekas, lalu mengisinya ke dalam stoples tadi.
“Sudah penuhkah?” tanya professor. Para mahasiswa terlihat mengangguk memberi tanda bahwa stoples penuh.Sang professor lalu mengeluarkan butir-butir bulat dari dalam tasnya yang ternyata adalah kelereng-kelereng kecil warna-warni, lalu mengisinya ke dalam stoples tadi mengisi ruang-ruang kosong di antara bola golf sampai terlihat penuh. “Sudah penuhkah?” tanya professor lagi. Sekali lagi para mahasiswanya mengangguk tanda setuju.Sekali lagi professor memasukkan tangannya ke dalam tasnya yang sudah terlihat tua lalu mengeluarkan sebungkus plastik berisi pasir.

Ia membuka bungkusan lalu menuangkan pasir-pasir tadi ke dalam stoples lalu menggungcang-guncangkannya dan terus mengisinya sampai terlihat pasir-pasir tersebut menutup segala sesuatunya.
Seperti pertanyaan sebelumnya, Sang Professor bertanya lagi apakah stoples sudah penuh dan disambut oleh para mahasiswa yang mengiakannya.Sang Professor kemudian minta dibawakan 2 cangkir kopi yang sepertinya sudah disiapkannya, lalu menuangkan semua isinya ke dalam stoples mayonaise tersebut. Secara efektif dua cangkir kopi tersebut meresap mengisi seluruh ruang di antara pasir.Para murid tertawa…

“Sekarang,” kata profesor ketika suara tawa mereda, “Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini  mewakili kehidupanmu.

Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting – Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.

Kelereng-kelereng kecil warna-warni adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil.” “Pasir adalah hal-hal yang lainnya – hal-hal yg sepele.

Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,”  lanjut profesor, “Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu.”

Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian

“Jadi…”

Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan.

Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan.

Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf – Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
.”

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?”

Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat”🙂

Kuta, 20 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s