Kepercayaan adalah hal pertama yang kita butuhkan bagi jiwa dan mental kita dalam menjalani kehidupan ini. Kepercayaan pertama sekali mendapat bentuknya melalui dan dalam elemen terkecil komunitas, yaitu keluarga kita sendiri. Kita pertama-tama mengadopsi dengan mentah kepercayaan yang sudah ada di dalam keluarga kita. Itu kemudian mendapat bentuk yang lebih kompleks dalam interaksi sosial dan dalam proses pembelajaran sepanjang kehidupan.Bagi saya, keyakinan itu ibarat bayi mungil yang mesti dilampini, dijaga, dibentuk dan disusui agar ia dapat bertumbuh menjadi suatu bentuk kepercayaan yang baik,  semakin baik dansempurna.  Dalam bahasa pribadi saya, saya senang menyebutnya sebagai kepercayaan yang memberdayakan. Dengan mengatakannya sebagai “Kepercayaan yang memberdayakan’ maka saya juga mau mengatakan bahwa ada kepercayaan yang tidak memberdayakan.Di bawah ini saya buat 5 daftar kepercayaan yang memberdayakan.   Saya percaya bahwa:
1. Saya percaya bahwa Saya akan menjadi apa yang saya pikirkan
* Apakah saya berpikir tentang kekayaan atau kemiskinan?
* Apakah saya berpikir tentang balas dendam atau keadilan?
*  Apakah saya berpikir tentang kebebasan atau kontrol?
* Apakah saya berpikir tentang menang atau kalah?
* Apakah saya berpikir tentang perang atau damai?
* Apakah saya berpikir tentang keberhasilan atau kegagalan?
* Apakah saya berpikir tentang hidup atau mati?
* Apakah saya berpikir tentang apa yang saya berniat atau apa aku takut?
* Apakah saya berpikir tentang tujuan atau hambatan?
* Apakah saya berpikir tentang penyakit atau kesehatan?

Pikiran saya adalah milik saya pribadi, oleh karenanya saya harus mengontrolnya dan mempunyai tanggungjawab seratus persen atasnya. Saya percaya bahwa kenyataan adalah buah dari pikiran saya.  Oleh karena itu akan menjadi apa diri saya adalah berhubungan dengan bagaimana saya memilih pikiran saya.

2. Saya percaya bahwa Orang dan diri saya sendiri adalah sumber daya terbesar saya

* Ketika saya tidak setuju dengan seseorang, saya menarik diri, menyerang, atau mendengarkan dan belajar sesuatu?
* Dapatkah saya mengesampingkan kebanggaan saya dan meminta bantuan?
* Apakah saya memperlakukan orang lain seperti saya ingin diperlakukan?
* Apakah saya mendengarkan dengan empati keluhan orang, termasuk saya sendiri?
* Apakah saya merayakan keberhasilan orang lain, atau iri pada mereka?
* Apakah saya membantu orang lain dan mengharapkan apa pun sebagai imbalan?
* Apakah saya meminta orang lain untuk bergabung dengan saya untuk mencapai tujuan bersama?
* Apakah saya menghargai orang atas upaya mereka, termasuk saya sendiri?

3. Saya percaya bahwa saya benar-benar tidak tahu apa-apa … namun ada beberapa pertanyaan yang selalu ada sepanjang hidup:

* Siapa saya?
* Mengapa saya disini?
* Bagaimana saya sampai di sini?
* Apakah alam semesta? Mengapa ada?
* Mengapa saya merasa emosi?
* Mengapa saya mampu menciptakan sesuatu?
* Mengapa saya sadar?
* Mengapa saya bermimpi?
* Mengapa alam semesta begitu besar? Mengapa tidak hanya satu matahari dan satu planet? Untuk apa sisanya..?
* Mengapa saya belajar? Mengapa saya tidak diprogram seperti komputer saja? Kenapa saya memilih? Kenapa saya berkehendak bebas?
* Mengapa saya secara intuitif tahu jawaban untuk beberapa pertanyaan? Dari mana datangnya?
* Apakah waktu itu ada? Dapatkah saya pernah mengalami masa lalu? Apakah saya pernah hidup selain kehidupan saya di sini saat ini?
* Dapatkah saya pernah mengalami masa depan? Ataukah aku cuma terjebak hanya mengalami saat ini saja?

Pertanyaan-pertanyaan ini selalu datang ke pikiran saya dan lahir dari samudera terdalam sanubari saya yang tidak dapat saya selami.. sungguh absurd karena sayalah pemilik sanubari tersebut? Semakin saya bertanya maka semakin saya tahu bahwa sangat sedikit yang saya ketahui! Kepercayaan no. 3 ini bagi saya sangat memberdayakan saya karena saya yakin bahwa saya tidak lagi merasa perlu untuk mengetahui semua jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Sementara itu saya mempunyai intuisi yang kuat bahwa ada suatu Entitas Maha yang mengatasi segala kemampuan dan kekuatan yang berada di belakang semua pertanyaan ini… Pada-Nyalah kutemukan jawaban untuk semua pertanyaan yang diajukan sanubariku.

4. Saya percaya bahwa Kepercayaan berevolusi, olehnya maka melalui belajar saya dapat mengubah keyakinan saya karena ada ketidakpastian dari kepercayaan yang dapat diperbarui..

* Para ilmuwan pernah percaya bahwa manusia tidak bisa membangun sebuah mesin terbang
* Akademisi pernah percaya dunia datar
* Para teolog pernah percaya bahwa kucing adalah makhluk yang dirasuk roh jahat…

Dulu saya pernah percaya bahwa saya harus memilih satu paket kepercayaan warisan, entah itu agama, politik, filsafat, dll.. dan berpegang padanya sebagai nafas kehidupan. Dalam hal yang lebih ekstrim saya pernah percaya bahwa saya harus mempertahankan kepercayaan saya sampai titik darah penghabisan, bila pembunuhan diperlukan untuk mempertahankannya, lakukan! Melihat lagi ke belakang dan menarik rentang waktu pelajaran yang telah saya peroleh sepanjang kehidupan maka saya percaya bahwa kepercayaan itu berevolusi.. menuju ke bentuk yang makin sempurna melalui proses pembelajaran agar kita semakin hari semakin dewasa dan matang. Terbuka untuk suatu kepercayaan baru adalah keterbukaan untuk pertumbuhan. Ini tidak berarti bahwa saya harus mengubah keyakinan saya setiap waktu, melainkan bahwa kepercayaan itu berkembang, dan kita mempunyai kebebasan untuk memilihnya untuk kebaikan.

5. Saya percaya bahwa hasil yang saya dapatkan dalam hidup ini adalah akibat langsung dari keyakinan saya

* Jika saya percaya saya memiliki sesuatu untuk ditakuti, itulah yang saya akan mendapatkan – takut
* Jika saya percaya itu tidak akan terjadi – tidak akan!
* Jika saya percaya saya dapat melakukannya – saya bisa!
* Jika saya percaya bahwa saya adalah makhluk merdeka – saya bebas!
* Jika saya percaya bahwa saya memiliki sesuatu – saya tidak akan kekurangan!
* Jika saya percaya pada orang lain – kreativitas mereka akan berkembang!
* Jika saya percaya saya dapat mengubah keyakinan saya – saya akan tumbuh!

Jika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan atau harapkan, coba suatu yang baru yang Anda yakini dan cobalah bercermin, lihat, apakah Anda menyukai apa yang Anda lihat?

Komentar
  1. […] yang dapat memberdayakan. Tulisan ini sudah saya post-kan di blog saya yang lain: greencommet’s , sepertinya sangat layak saya paste ke sini untuk […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s