8 Alasan Anda Harus Berhenti Nonton TV

Posted: April 27, 2012 in Emosi, IQ & EQ, Kebebasan, Kecerdasan, Kesehatan, Pikiran
Tag:, , ,

Sejak pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 1920-an, televisi telah menjadi suatu penemuan besar yang dalam banyak hal mempengaruhi perkembangan peradaban manusia bertahun-tahun bahkan berabad sesudahnya. Istilah televisi diambil dari campuran bahasa Latin dan Yunani, tele & visio yang secara harafiah berarti ‘tontonan jauh’.

Penemuan tekhnologi televisi ini menjadi suatu penemuan nomor satu dan langsung merambah masyarakat seluruh dunia. Dengannya kita selalu ter-update berita-berita terkini, selain juga suguhan hiburan gratis buat keluarga. Sayangnya, selain semua dampak positif ini, televisi juga ternyata menyuguhkan sisi negatif yang luar biasa yang bila berlebihan dapat mengurangi kualitas kehidupan seseorang, terutama yang berhubungan dengan ‘hidup yang sadar’ dan pengembangan kepribadian.

Semalam teman saya berceritera tentang putrinya ‘Talia’ yang baru berumur 3 tahun namun ketagihan nonton televisi. Talia kecil bahkan sudah hafal benar jadwal tayangan kesukaannya. Teman saya merasa ada sesuatu yang salah dan dia ingin saya berpendapat soal ini. Di bawah ini adalah poin-poin obrolan kami…yang adalah alasan kenapa saya sedapat mungkin tidak menonton TV:

1. TV mencuri intimasi dalam keluarga
Tak dapat disangkal lagi tv mencuri intimasi keluarga. Waktu-waktu berharga untuk saling bercakap-cakap, bersendagurau dan berbagi antara anggota keluarga diambil untuk tv. Tv membuat frekuensi komunikasi antar pribadi dalam rumah tangga menurun drastis karena semua mata tertuju ke tv.. sampai waktunya habis, sampai tertidur-tidur di depan televisi..
2. TV merampas jam tidur Anda
Ketika tingkat kecanduan terhadap tv meningkat maka jam tidur otomatis berkurang. TV merampas jam tidur Anda. Demi acara favorit Anda rela bangun tengah malam untuk TV sambil tanpa sadar Anda merelakan produktivitas kerja esok harimu dikorbankan. Anda rela berkorban untuk TV, selamat!
3. TV membuat Anda Obesitas
Anda tidak tahu obesitas? Kegemukan, gendut, kelebihan berat badan karena TV! Kok bisa? Ya, TV dapat menjadi lingkaran setan ketika kita berbicara tentang obesitas alias kelebihan berat badan. Iklan-iklan nonsense yang ditampilkan secara kontinyu membuat perut Anda lapar dan camilan adalah jalan keluar terbaik, sedangkan pada saat yang sama Anda nyaris minus gerakan sportis anggota badan. Akibatnya badan secara perlahan namun pasti membengkak dan lamban karena kurangnya tingkat pembakaran kalori yang terbakar sedangkan tingkat konsumsi meningkat.
4. TV mengurangi pergaulan sosial Anda
Mungkin Anda tidak sadar, tapi TV bisa membuat Anda kurang berinteraksi sosial dengan orang lain alias Anda mulai kuper, kurang pergaulan. Akibat terlalu banyak menonton TV membuat Anda untuk cenderung mengecualikan diri dari kehidupan sosial yang nyata di sekitarnya. TV menyita waktunya untuk menghubungi teman atau mencari teman-teman baru. TV bikin Anda kuper.
5. TV membuat kita menyia-nyiakan waktu berharga
Ada suatu lembaga penelitian di Amerika, The Kaiser Family Foundation yang merilis hasil riset mereka terhadap keluarga-keluarga di negara-negara maju.
“Anak-anak dan remaja di negara-negara maju menghabiskan 22-28 jam per minggu menonton televisi, lebih dari aktivitas lain kecuali tidur. Pada usia 70 mereka akan menghabiskan 7 sampai 10 tahun hidup mereka menonton TV..”  Apa yang mereka dapatkan dari TV? Nothing!
6. TV bikin kecanduan.. persis seperti cara kerja alkohol..
“Televisi menyediakan pelarian dari realitas tidak berbeda dengan obat-obatan atau alkohol. Seseorang bisa menyelinap pergi ke dunia fantasi yang ditawarkan oleh program televisi dan efektif menghalangi tekanan dan kegelisahan hidup mereka sendiri. Hal ini mirip dengan ‘melakukan perjalanan’ yang disebabkan oleh obat-obatan atau alkohol “(Daniel Hardebeck).
Kecanduan TV bekerja dalam sekurang-kurangnya modus, yaitu:
Fantasy. Tv secara sekejab membawamu ke dunia fantasy, melupakan masalah hidup dan kewajiban sehari-hari dan ‘membantu’mu masuk ke keadaan senang otak. Ini persis dengan cara kerja alkohol bahkan narkoba.
Repetisi. Kecanduan TV menyebabkan Anda akan kembali lagi ke sana untuk memuaskan rasa yang sepertinya kurang bila tidak dilakukan. Ada yang kurang lengkap bila kita melewatkan satu episode seri drama kesayangan. Secara tidak langsung Anda sudah berhala kepada TV. Kini TV yang mengkomando hidupmu. TV tuanmu!
7. TV mengurangi aktivitas otakmu
Tidak perlu sebuah penelitian ilmiah khusus untuk membuktikan bahwa TV mengurangi aktivitas otakmu, tapi bila Anda memerlukannya Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika Anda menonton TV, daerah yang lebih tinggi pada struktur otak Anda ditutup, dan kegiatan bergeser ke daerah otak yang lebih rendah. Otak Anda lebih rendah diatur dalam mode respon minimal. Dalam jangka panjang, daerah yang lebih tinggi Anda mengalami atrofi otak alias berkurangnya daya kerja karena kurangnya penggunaan. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu banyak menonton TV mempunyai perhatian yang lebih rendah terhadap reaksi eksternal, juga otaknya berkembang lebih lamban. Sekarang tanyakan diri Anda sendiri, “maukah saya mengorbankan anak saya sendiri?”
8. 85% tayangan TV tidak bermutu, tidak mendidik & terlalu komersil
Akhirnya saya harus menyampaikan alasan terbesar kenapa saya tidak terlalu suka menontol TV, yaitu bahwa sebagian besar tayangan TV yang disuguhkan bersifat entertain plus komersial semata. Sambil menyuguhkan tayangan kelas kerupuk kepada pemirsanya, tujuan utama para produser adalah bukan

8 alasan saya tidak nonton tv

stop nonton tv

tayangan itu sendiri..melainkan uang, uang dan uang semata! Andalah objek dari kegiatan komersial orang-orang ini, tahukah Anda?
Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah ungkapan dari seorang komedian terkenal Julius Henry “Groucho” Marx, “I find television very educational. Every time someone switches it on I go into another room & read a good book.”
Ketika diinterview oleh C-SPAN pada Januari 2005 Presiden Amerika Serikat George W. Bush menutup interviewnya dengan mengatakan “They put an off button on the TV for a reason. Turn it off… I really don’t watch much TV!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s