Sleepwalking-life
Ada seorang blogger wanita Amerika berdarah Cina yang sangat saya sukai karena tulisan-tulisannya yang menginspirasi. Baru-baru ini dia menulis tentang ‘sleepwalking-life’ dalam blog-nya personalexcellence.co

Mungkin Anda mengerti apa itu ‘sleepwalker’, atau mungkin Anda tahu ada teman atau kenalan Anda yang menderita sleepwalker. Semoga bukan Anda🙂 ! Sleepwalker adalah suatu keadaan abnormal dimana orang berjalan dalam keadaan sedang tertidur lelap. Sleepwalker dapat terjadi dalam hidup kita. Hidup yang berjalan bagai udara yang mengalir melewati ngarai tanpa menyadari dan menikmati apa yang terjadi. Hidup berjalan begitu saja, tanpa rancangan, tanpa arah tujuan yang jelas selain menjadi makin hari makin tua dan kemudian.. mati.

Apapun yang terjadi dalam kehidupan Anda, bukanlah sebuah momen kebetulan. Bukan terjadi tanpa sebab. Hidup Anda tidak hanya ‘terjadi’. Entah Anda sadar atau tidak, hidup Anda dirancang oleh Anda sendiri. Anda yang menyulam setiap momen hidup Anda. Anda yang memutuskan akan menjadi apa dengan hidup Anda. Hidup Anda adalah kumpulan sejumlah keputusan yang Anda buat dalam hidup.

Dari apa yang Anda putuskan Anda bertanggungjawab apakah Anda memilih kebahagiaan atau memilih kedukaan. Anda memilih ketegasan atau keraguan. Anda memilih kesuksesan atau kegagalan. Keberanian atau ketakutan. Hanya ingat bahwa setiap momen baru, situasi baru, kesempatan baru, itu semua meawarkan pilihan baru. Mungkin Anda pernah salah memilih, namun kesempatan baru memberi peluang sempurna untuk melakukan sesuatu secara berbeda, dan dengan belajar Anda dapat menghasilkan sesuatu yang lebih berguna.

Proaktif, Cara Melawan Sleepwalking-life

Ketika menulis bestselling-book berjudul “The 7 Habits of Highly Effective People” Stephan R Covey menempatkan kebiasaan ‘proaktif’ di urutan pertama dari daftar kebiasaan paling efektif dari orang-orang sukses.
Seperti yang sudah dijabarkan di atas, kehidupan kita bukan terjadi begitu saja tanpa sengaja. Hidup kita bukan seperti air yang mengalir secara natural ke tempat yang lebih rendah untuk kemudian berakhir di samudera raya. Hidup bukan pula sleepwalking, berjalan sambil tidur. Hidup yang datar dan biasa-biasa saja bisa seperti ini, tapi hidup yang efektif dan berorientasi kesuksesan adalah hidup yang direncanakan. Hidup disulam secara proaktif.

Proaktif vs Reaktif
Proaktif adalah soal Anda mengambil tanggungjawab untuk hidup Anda. Proaktif tidak pernah menyalahkan kesalahan masa lalu dan orang lain. Orang proaktif adalah keterbalikkan dari orang reaktif yang mencaci kondisi eksternal, situasi di luar, genetika yang membentuknya, postur fisiknya, perilaku dan segala hal yang menyebabkan kekecewaan dalam hidupnya.

Proaktif sangat berlainan dari reaktf. Bahasa yang dipakai adalah indikasi pertama apakah Anda adalah seorang proaktif atau reaktif. Jiwa pribadi seorang proaktif selalu positif dan menanggapi kondisi eksternal dengan positif: saya mampu, saya akan, saya lebih suka, pasti bisa! Jiwa reaktif adalah bahasa pengeluh dan tukang komplin: kenapa panas sekali hari ini, uh sialan hujan ini, kenapa dia bersikap begitu pada saya..dll..bahkan alampun disalahkan. Seseorang reaktif menggunakan bahasa reaktif – Saya tidak bisa, saya harus, jika saja. Jiwa sang reaktif yakin bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan dan lakukan – mereka tidak punya pilihan.

Jadilah pribadi yang efektif dengan selalu proaktif dengan mengfokuskan perhatian, waktu dan energi bukan pada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan melainkan kepada apa yang dapat dikerjakan dan dikendalikannya. Daripada menggerutu pada hujan lebat yang turun orang proaktif lebih memilih untuk fokus pada memperbaiki atap rumahnya yang bocor. Dalam hidup ini semua persoalan, tantangan dan kesempatan akan jatuh dalam 2 lingkaran kategori yang akan ditanggapi dengan 2 cara berbeda oleh 2 jenis karakter: Lingkaran Persoalan oleh orang-orang reaktif dan Lingkaran Pengaruh oleh orang-orang proaktif.

Lingkaran Pengaruh adalah orientasi dan fokus usaha para proaktif. Mata dan hati mereka tertuju pada hal-hal kecil dan ril yang dapat dicapai: keluarga, sahabat, kesehatan, pendidikan, anak-anak, tempat kerja, hobi, lingkungan sosial, kegiatan keagamaan, dll. Orang reaktif melihat terlalu luas dan besar, lebih dari apa yang dapat mereka kendalikan. Mereka berpikir tentang indoktrinasi ideologi ke seluruh dunia, pendanaan terorisme, utang nasional, dll. Keahlian mengalokasikan energi kita pada bidang yang tepat dan proporsianal adalah langkah awal menjadi pribadi yang proaktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s