Archive for the ‘Emosi’ Category

Sleepwalking-life
Ada seorang blogger wanita Amerika berdarah Cina yang sangat saya sukai karena tulisan-tulisannya yang menginspirasi. Baru-baru ini dia menulis tentang ‘sleepwalking-life’ dalam blog-nya personalexcellence.co

Mungkin Anda mengerti apa itu ‘sleepwalker’, atau mungkin Anda tahu ada teman atau kenalan Anda yang menderita sleepwalker. Semoga bukan Anda 🙂 ! Sleepwalker adalah suatu keadaan abnormal dimana orang berjalan dalam keadaan sedang tertidur lelap. Sleepwalker dapat terjadi dalam hidup kita. Hidup yang berjalan bagai udara yang mengalir melewati ngarai tanpa menyadari dan menikmati apa yang terjadi. Hidup berjalan begitu saja, tanpa rancangan, tanpa arah tujuan yang jelas selain menjadi makin hari makin tua dan kemudian.. mati.

Apapun yang terjadi dalam kehidupan Anda, bukanlah sebuah momen kebetulan. Bukan terjadi tanpa sebab. Hidup Anda tidak hanya ‘terjadi’. Entah Anda sadar atau tidak, hidup Anda dirancang oleh Anda sendiri. Anda yang menyulam setiap momen hidup Anda. Anda yang memutuskan akan menjadi apa dengan hidup Anda. Hidup Anda adalah kumpulan sejumlah keputusan yang Anda buat dalam hidup.
(lebih…)

Sejak pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 1920-an, televisi telah menjadi suatu penemuan besar yang dalam banyak hal mempengaruhi perkembangan peradaban manusia bertahun-tahun bahkan berabad sesudahnya. Istilah televisi diambil dari campuran bahasa Latin dan Yunani, tele & visio yang secara harafiah berarti ‘tontonan jauh’.

Penemuan tekhnologi televisi ini menjadi suatu penemuan nomor satu dan langsung merambah masyarakat seluruh dunia. Dengannya kita selalu ter-update berita-berita terkini, selain juga suguhan hiburan gratis buat keluarga. Sayangnya, selain semua dampak positif ini, televisi juga ternyata menyuguhkan sisi negatif yang luar biasa yang bila berlebihan dapat mengurangi kualitas kehidupan seseorang, terutama yang berhubungan dengan ‘hidup yang sadar’ dan pengembangan kepribadian. (lebih…)

Kepercayaan adalah hal pertama yang kita butuhkan bagi jiwa dan mental kita dalam menjalani kehidupan ini. Kepercayaan pertama sekali mendapat bentuknya melalui dan dalam elemen terkecil komunitas, yaitu keluarga kita sendiri. Kita pertama-tama mengadopsi dengan mentah kepercayaan yang sudah ada di dalam keluarga kita. Itu kemudian mendapat bentuk yang lebih kompleks dalam interaksi sosial dan dalam proses pembelajaran sepanjang kehidupan.Bagi saya, keyakinan itu ibarat bayi mungil yang mesti dilampini, dijaga, dibentuk dan disusui agar ia dapat bertumbuh menjadi suatu bentuk kepercayaan yang baik,  semakin baik dansempurna.  Dalam bahasa pribadi saya, saya senang menyebutnya sebagai kepercayaan yang memberdayakan. Dengan mengatakannya sebagai “Kepercayaan yang memberdayakan’ maka saya juga mau mengatakan bahwa ada kepercayaan yang tidak memberdayakan.Di bawah ini saya buat 5 daftar kepercayaan yang memberdayakan.   (lebih…)

Lihatlah telapak tangan. Pandanglah guratan dan gores garis-garisnya.

Ada beberapa garis utama yg menentukan nasib…

– Ada garis kehidupan

– Ada garis rezeki

– Ada pula garis jodoh

Sekarang, menggenggamlah…

Dimana semua garis tadi ?

…semua garis tadi ada di dalam genggamanmu…

ɑpɑ artinya ?? (lebih…)

Mari kita minum dari secangkir kopi maaf. Secangkir kopi yang melegakan dan memerdekan, bukan hanya buat orang yang diberi pengampunan, tapi juga buat diri kita sendiri.

Saya ingat sebuah ungkapan sederhana yang ruarrr biasa, “forgiveness is not something we do for other people. (lebih…)